This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 05 Juli 2017

REVIEW BUKU SATANIC FINANCE


Reviewed by : Karunia Utami
Satanic finance mengisahkan tentang ilustrasi bahaya sistem ekonomi kapitalis yang saat ini merajai dunia. Dirangkum dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, buku ini ditulis dengan perspektif yang sangat unik; perspektf setan, seolah-olah setan sendiri yang menuturkannya. Buku ini terdiri dari 166 halaman dengan beberapa ilustrasi gambar dalam tiap babnya.
Penulis dari buku ini bernama lengkap Dr. Ahmad Riawan Amin. Beliau adalah seorang praktisi ekonomi syariah yang tersohor di dunia perbankan. Beliau adalah mantan Dirut Bank Muamalat Indonesia. A. Riawan Amin lahir dari pasangan Mr Sultan Mohammad Amin dan Cut Maryam di Tanjung Pinang, Propinsi Riau, pada 27 April 1958. Ayahnya adalah seorang tokoh penting dalam pergerakan nasional Indonesia. Penulis merupakan peraih Master of Science of Interdisplinary Study, University of Texas, USA 1978 dan Bhacelor of Science of Architectual, Technology New York Ints USA, 1985.
Lucu, sederhana, namun menyadarkan. Begitulah penulis mengisahkan sejarah panjang asal mula ekonomi dunia dikuasai oleh sistem bobrok yang berlandaskan bunga dan uang fiat. Buku ini terdiri dari 5 bab yang saling berkaitan satu sama lain. Istilah Satanic finance diterangkan sebagai perlaku ekonomi yang dibisikkan oleh ketamakan dari syaitan
Bab 1 dalam buku menerangkan tetang The Three Pillars of Evil. Fiat money, Fractional Reserve Requirement (FRR), dan Interest (bunga). Sejarah terbangunnya ketiga pilar ini diterangkan oleh gambaran dua buah suku yang hidup sangat harmonis dengan saling tolong menolong. Kemudian datanglah seseorang dari negeri seberang yang menawarkan solusi perubahan untuk perekonomian yang dikatakan modern. Dengan bermodalkan alat pencetak uang, alat tukar yang sebelumnya adalah kepingan emas dan perak berubah menjadi lembaran kertas. Negara ditipu oleh efisiensi transaksi dan kemungkinan untuk terus memproduksi uang tanpa henti. Negara malah menjadi mesin pencetak uang tanpa ada jaminan logam mulia (fiat money).
Bank menjadi tempat berhutang dengan menentukan FRR. Untuk menyimpan uang nya di sebuah Bank sentral, suatu Negara yang mensyaratkan para nasabah nya untuk menyimpan sebagian kecil hartanya sebagai cadangan, dimana pada umumnya jauh dibawah 100%. Selain itu Bank juga sebagai tempat berhutang. Hutang dianggap harus memiliki tambahan (riba) karena uang yang dipinjamkan memiliki produktivitas waktu yang harus digantikan. Dengan sistem riba ini, peminjam tidak akan pernah bisa meluasi hutangnya karena jumlah uang yang beredar sesungguhnya tidak pernah lebih dari jumlah uang hutang plus bunganya. Jadi sekeras apapun manusia bekerja, memenuhi riba adalah suatu kemustahilan. Ada konsekuensi akibat dari penggunaan bunga itu sendiri, diantaranya: Bunga akan terus menuntut tercapainya pertumbuhan ekonomi yang terus-menerus, meskipun kondisi ekonomi actual sudah mencapai titik jenuh atau constant, bunga mendorong persaingan diantara para pemain dalam sebuah ekonomi kemudian bunga cenderung memosisikan kesejahteraan pada segelintir minoritas dengan memajaki kaum mayoritas.
Ketika tiga pillar setan ini bertemu maka sudah diciptakan akan selalu ada korban. Sector riil tidak lagi mampu berkembang karena seluruh kapasitas produksi sudah terpakai. Kondisi inilah yang dialami Asia Tenggara pada tahun 1997.
Bab 2 dari bab ini menjelaskan bahaya hutang. Hutang dianggap sepele oleh sebagian besar manusia. Contohnya pada penggunaan credit card. Credit card sejatinya produk unggulan dari para setan karena fungsinya hampir sama seperti fiat money. Transaksi dengan credit card adalah transaksi hutang dimana ada keharusan membayar bunga pada saat jatuh tempo dan pembayaran denda jika terlambat membayarnya. Credit card juga mendorong penggunanya untuk berhutang terus menerus pada bank, padahal jika dikalkulasikan bank belum tentu memiliki seluruh jumlah pinjaman yang dihabiskan oleh para pengguna credit card. Dampaknya luar biasa. Manusia menjadi konsumtif sementara itu negara akan semakin sering mencetak uang. Diluar credit card bahaya lain yang digambarkan dalam buku ini adalah ketika suatu negara bersandar pada hutang bank sentral penguasa ekonomi duna, The Fed. Hal ini pernah mengakibatkan gejolak ekonomi yang hebat bagi Indonesia pada era presiden Soeharto.
Bab 3 dari bab ini menjelaskan tentang The Green Evil. Istilah yang ditujukan untuk dollar dimana hampir semua negara mempunyai devisa dalam dollar. Dollar digambarkan seperti cek kosong dan yang menerbitkan adalah kolega setan yang terpandang dan terhormat sehingga para penerima cek pun merasa tidak perlu untuk mencairkan cek tersebut. Sang pembuat dollar The Federal Reserve System atau disingkat Federal Reserve berada dibawah payung Federal Reserve ACT, 1913 yang pemiliknya adalah kelompok swasta Amerika Serikat.
Bab 4 menggambarkan tentang solusi permasalahan konspirasi besar-besaran paying ekonomi setan ini, yaitu kembali kepada sistem emas. Logam mulia ini mempunyai kedudukan yang tinggi, special dan tidak pernah berubah nilainya. Terbukti harga suatu barang pada zaman nabi di tahun X masih akan sama harganya pada 14 abad kemudian. Tentu hal ini tidak mungkin terjadi di zaman sekarang saat harga-harga selalu naik 10x lipat dalam 25 tahun. Oleh karena itu, emas adalah solusi dan diolongkan sebagai mata uang surga (Heaven’s Currency),
Bab ke 5 dan merupakan bab yang terakhir dari buku ini berisi harapan penulis akan hadirnya pembebas dari kospirasi ekonomi setan yang membelenggu dunia saat ini. Mereka dikenal dengan sebutan El Libertador. Merekalah yang melakukan kampanye perlawan terhadap sistem setan yang mencekik. Mereka menyuarakan perlunya sistem baru, sistem yang tak lain merupakan duplikasi terhadap sistem perbankan yang biasa disebut sebagai perbankan Islam. El Libertador akn memperjuangkan kembalinya ekonomi yang sehat dengan menggunakan dinar dan dirham.

Selasa, 28 Februari 2017

INFLUENCE OF ISLAMIC ETHICS FOR MUSLIM FULFILMENT NEED IN CONSUMER BEHAVIOR



INFLUENCE OF ISLAMIC ETHICS FOR MUSLIM FULFILMENT NEED IN CONSUMER BEHAVIOR


As a human it is a natural tendency to make ends meet. The necessities of life are things that can ensure and support the continuity of one's life. In theory needs Moslow the hierarchy of needs five-stage model includes:
1. Biological and Physiological needs
2. Safety needs
3. Love and belongingness needs
4. Esteem needs
5. Self

Islamic etchics is a shaped of a successful amalgamation of the Qur'anic teachings, the teachings of the Sunnah of Muhammad, the precedents of Islamic jurists. As a muslim itself, All-Qur’an has rules for guiding muslim to fulfillment their need. This Needs fulfillment is based on two principal according to Yusuf Qaradawi. There are some basic norms that form the basis for the consumption of a Muslim behaves which is spending of property in favor and away from the miserly nature and not being excessive or mubadzir.
The focus on needs fulfillment is the second point. A Muslim have to  spend their wealth for the needs that are beneficial and not excessive (wasteful/israf). As a Muslim is not allowed to acquire illicit wealth, nor would he spend it on forbidden things. One gesture that must be considered is not luxury living and extravagant. Luxury and waste can  immerse themselves in pleasure. It is strongly opposed by Islamic teachings. This attitude will not only undermine human persons would also damage the fabric of society. If we relate it with Moslow therory, this point can be figure out in the first need which is biological and psychological needs.
As a country with a population of Muslims in the world, the application of Islamic ethics is very influential when consumers make decisions in consumption. About 85% or approximately 200 million people in Indonesia are Muslims. Moreover there’s a fact that Indonesia is a country with a strong religious culture. In times of religious privileges such as Eid and the month of pilgrimage there are several patterns of consumption. The term consumer behavior refers to the behavior that consumers display in searching for, purchasing, using, evauating, and disposing of products and services that they expect wil satisfy their needs (Shchiffman and Kanuk 2010). Therefore, there’s a necessary to learn about islamic ethics that influence muslim fulfillment needs.

Kamis, 25 Agustus 2016

Never Judge A Book by Its Cover

Simple happiness made by those kids,
At first it was so hard to make them listen to me, grade 2 students are very stubborn, some of them are hyper and some others are too shy even to say their names.
I've taught only 2 times in their class, about animals and color. I thought they were not impressed by the lesson, but today I was kinda shocked when I passed by their class they were having fun playing domikado games about color, thing that I taught them for once last week. I saw it so I went inside and they made noise like so happy to see me and asked me to play w/ them.
And I did.
After a while, Ai, one of the very shy girl in this class approached me and gave me this. I was both surprised and happyy :")

I realized that I will miss them, I got much joys and laugh here. KITTEUNG MAK MA :""")
ฉันจะคิดถึงคุณมาก!!!

Jumat, 22 Juli 2016

RANDOM THOUGHT OF SAWASDEE19 LCCU

Repost From Facebook


RANDOM THOUGHT OF SAWASDEE19 LCCU
TO: PEOPLE, IF YOU READ PLEASE COMMENT ANYTHING, NOT ONLY LIKE. Thanks :)
I post everything here not because I wanna spam you guys,
nor I wanna tell the world that I’ve done something here,
nor to please anyone in this whole world.

It’s simply because.. Maybe next time, when I leave this project and those kids miss me, they can find my pict and theirs inside this. I just remembered how big their excitement when we did a video call with the last previous EP coming last year. Or maybe for the next life I miss them, I can call them every time I want because I already made so many new big humble families(not only relation) here.
I have not been active in facebook for about 3 years, cause it was not exist anymore in my country. People prefer use the most popular and newer one there.

Coming here makes me realized how small world I knew, how much people are giving their best effort to spread kindness and love, and how much people are caring simply for humanities feeling. They are all put their utmost struggle on it. Coming here makes me realized about how can I face my fear, my fear to be judge, my fear to write, my fear to.. so many things I cannot explain.

Coming here, is definitely a big work for me. Before go and now when I’m here. I put lot of efforts to (at least) not asking my parents money for this project. So, I pushed out my limit for doing something that I’ve never imagine before, something that I still cannot write here for some reasons. Something that makes me realized that God sometimes hold up his mercy not because He doesn’t hear you nor abandon you, it’s only because He knows that you still can do more and reach your highest limit. He loves human do their best work, because He already prepare a gift for those who can overcome the hardness and reach their own top.
And coming here is a big work because I want to create myself. Please look, I’m creating me, not finding me. The truth is everyone can never find their self because they already owning it. They mostly miss the point of the way like ‘what kind of me is it’. And creating is always harder than just finding.

I’m kind of person who believes that we learn from mistakes. So, it’s okay to do mistakes. It’s not kind of fear you must avoid to. Facing it is far more fascinating that you can prove yourself that you’re brave enough to be judged, hated, or even humiliated. Eventually every mistake you made can teach you to create a better self. You’ll feel nothing about failure because you will understand that you’re still learning, so nothing to regret about it. And slowly you won’t feel any pain of it when it comes failure because you already appreciate every single work you had try.

I’m just grateful to figure out that I still realized and wrote it here. For some people maybe it’s kinda shits, but I strongly believe that for some others this is not a shit futile thing.
Please, let just do our best. You are not talking about how much YOU can GIVE for others, neither how much THEY will IMPROVE your life to create a better you.
But it’s exactly about US. How we lead our world, link it, tie it, and build it into a beautiful harmony.
Me-
Midnight 22.07.16

Minggu, 01 Mei 2016

Apa sih Starup itu?


Apa sih Starup itu?
Hai Entrepreneur Muda! Mungkin banyak dari kalian yang sering mendengar istilah ini, terutama di era digital dan smartphone, kata Startup menjadi sangat familiar di telinga kita. Namun, banyak dari kita yang masih bertanya-tanya apa sih sebenarnya Startup itu.
Check this out!

Menurut Wikipedia, Startup merujuk pada perusahaan yang belum lama beroperasi. Perusahaan-perusahaan ini sebagian besar merupakan perusahaan yang baru didirikan dan berada dalam fase pengembangan dan penelitian untuk menemukan pasar yang tepat.
Menurut penulis sendiri (setelah bertanya sana sini pada Mbah Google, Kaskus, dan teman-temannya hehe) Startup adalah sebuah bisnis baru yang berkaitan dengan bidang IT dan menggunakan media internet sebagai wadah platformnya. Well, jika menurut Wikipedia Startup hanayalah sebuah korporasi ‘muda’, bagi penulis karena istlah Stratup lahir di era bubble dot com (tahun 200an) yang pada saat itu kata Startup selalu dikaitkan dengan penggunaan korporasi berbasis IT jadilah penulis menginterpretasikan demikian.

Startup memang lebih condong kepada perusahaan yang bergerak di bidang teknologi dan website. Selain itu, beberapa karakter umum startup adalah usia perusahaan kurang dari 3 tahun, jumlah pegawai kurang dari 20 orang, Pendapatan kurang dari $ 100 ribu per tahun, masih dalam tahap pengembangan.

Startup sebenarnya sama dengan bisnis pada umumnya di dunia nyata, namun pasar dan medianya adalah dunia maya yang sangat luas yaitu internet. Seperti perusahaan pada umumnya, Startup juga dapat dikelompokkan menurut fokus perusahaan yaitu Startup pencipta game, Startup aplikasi, Startup edukasi serta Startup perdagangan seperti e-commerce dan informasi.
Salah satu contoh Startup yang terkenal dan sekarang telah berkembang menjadi sebuah perusahaan besar adaalah Google dan Kaskus. Kedua produk website pencari ini pada awalnya juga merupakan sebuah Startup yang bergerak pada bidang web searcher.

Di Indonesia sendiri, sudah banyak Startup sukses yang mulai memperlebar sayapnya. Contohnya yaitu Urbanesia.com, dailyocial.net, bandungdigitalvalley.com, jogjadigitalvally.com, stasion.org, dan lain sebagainya.

Bagi teman-teman yang ingin mulai membuat Startup, hal pertama yang perlu disiapkan adalah tim yang solid. Ciptakan sebuah tim dengan spesifikasi keahlian berbeda yang dapat menunjang terciptanya Startup kemudian tentukan jenis Startup yang akan dibangun. Kedua, konsisten. Membangun sebuah perusahaan berbasis web bukanlah hal mudah, diperlukan kesabaran dan kegigihan agar bisnis yang kita bangun dikenal khalayak. Ketiga, perluas network atau jaringan pertemanan, carilah link sebanyak-banyaknya. Berkawanlah dengan para pembangun Startup lain, jika bisa mintalah kritik dan saran bagi Startup yang baru kita bangun. Teruslah belajar dari rekam jejak kesuksesan mereka, jika perlu ajaklah para founder bertemu muka dan saling berbagi kisah pengalaman. Jangan pernah menyerah pada saat gagal melakukan eksekusi. Maksudnya adalah jika founder Startup gagal saat melakukan eksekusi maka ia berkesempatan untuk belajar sesuatu yang baru dan ilmu baru, seperti konsep trial and error pada umumnya.
Merujuk kutipan Steve Jobs, “Let’s go invent tomorrow, rather than worrying about what happened yesterday”, so bagi yang punya niat dan keinginan di bidang ini, jangan ragu dan MULAILAH SEKARANG!

Kamis, 10 Maret 2016

Well, people change every day, so can you.

Kadang kita menemukan 'diri' yang berbeda padahal orangnya sama. Aku baru menyadari bahwa diriku sendiri telah berubah banyak. Keadaan, lingkungan, dan waktu yang berubah juga telah turut merubah diriku.

Ketika semuanya sudah tidak sama lagi--yang pada dasarnya ga mungkin 'selamanya' itu ada-- kita harus siap. Siap menatap wajah-wajah baru. Waktu baru. Kondisi baru. Orang yang sama dengan perilaku yang berbeda, dan semua hal lain. Yang pada dasarnya adalah sebuah perubahan.

Jangan pernah kaget ketika suatu saat nanti bahkan mungkin orangtua kita adalah orang yang berbeda. I mean, time changes and so changes you too. Siap-siap aja. Nothing stay forever :')